amputasi pada kaki

Amputasi pada kaki

Kenapa bisa kaki di amputasi ?

Untuk anda yang masih awam akan amputasi pada kaki tentunya sangatlah bertanya akan hal ini . tindakan amputasi tentunya memberikan rasa ketakutan tersendiri baik pada pasien yang membutuhkan tindakan ini atau pun pada orang lai. Hal ini sangatlah wajar karena memang amputasi merupakan tidakan pembedahan dengan cara memotong bagian tubuh yang rusak, misalnya kaki , tangan , atau jari.

 

Pemotongan alat ganti gerak tubuh yang pastinya menyebabkan pasien tidak dapat kembali memiliki alat gerak t tubuh yang lengkap, akibatnya bisa kurangnya produktifitas atau pun kepercayaan diri saat berinterkasi dengan orang lain.

 

Apa lagi untuk kondisi amputasi pada kaki yang mana pasien tidak bisa berdiri, berjalan ataupun berlari tanpa bantuan alat ganti gerak atau biasa disebut dengan kaki palsu.

 

Walau pun begitu anda pasien yang mengalami amputasi pada kaki tidak perlu khawatir karena di Indonesia sudah banyak ahli prosthesis yang membuat alat ganti gerak dengan fungsi yang menyerupai kaki asli.

 

Tindakan amputasi akan dilakukan karena adanya berbagai faktor yang mana bila dibiarkan akan memparah kondisi dari pasien itu sendiri.  Situasi yang buruk akibat penyempitan pembuluh darah merupakan alasan dilakukan nya amputasi. Tindakan amputasi penting dilakukan untuk menyelamatkan pasien terutama untuk pasien korban kecelakaan. Sedangkan untuk beberapa khasus seperti infeksi penyakit kanker atau diabetes tindakan ini bertujuan untuk menghilangkan infeksi sehingga tidak menyebar ke anggota tubuh yang lain.

 

Untuk amputasi yang dilakukan pada korban kecelakaan dilakukan kerana pasien yang mengalami luka yang sangat parah dan jika tidak di amputasi akan mengakibatkan pengerasan pada pembuluh darah akibat kondisi luka yang sangat parah sehingga tidakan amputasi perlu dilakukan untuk menyelamatkan sehingga infeksi tidak semakin menyebar ke jaringan yang masih berfungsi normal.

 

Dalam proses amputasi, dokter akan membuang jaringan, pembuluh darah atau tulang yang rusak. Membentuk posisi otot sesuai dengan alat bantu kaki palsu yang akan dipasangkan nanti. Amputasi pada kaki dapat terjadi pada kedua kaki atau satu kaki dengan berbagai kondisi amputasi yang tidak sama disesuaikan tingkat keparahan infeksi yang dialami.

 

Waktu pemulihan di rumah sakit umumnya memakan waktu minimal lima hari, tergantung dari seberapa parah dan tingkat kesulitan proses amputasi yang dilewati. Segera setelah pulih, pasien akan melakukan terapi fisik.

 

Khusus untuk khasus amputasi pada kaki penderita diabetes sebenarnya bisa di lakukan pecegahan agar tidak  terjadinya infeksi pada kaki, walau hal ini memang sulit untuk dilakukan.

 

Kaki pada penderita diabetes umumnya yang paling mudah mengalami komplikasi adalah pada bagian kaki. Untuk itu, rawatlah kesehatan kaki Anda dengan baik, misalnya dengan rajin mencuci kaki hingga bersih, segera lap hingga benar-benar kering terutama pada sela-sela jari, gunakan pelembab untuk menghindari kulit pecah-pecah dan selalu menggunakan kaus kaki yang bersih dan kering.

 

Selain itu ada pemcegahan dengan mengontrol asupan yang baik dikonsumsi yaitu dengan cara berikut :

  1. Batasi konsumsi makanan yang mengandung tinggi asam urat seperti ,  jerohan, emping, kacang-kacangan dan tinggi lemak seperti gorengan, kepiting, udang, kerang, cumi, santan
  2. konsumsi makanan yang mengandung antioksidan seperti tomat, wortel, pepaya, apel

 

Setiap makanan yang dimakan memang perlu diperhatikan oleh penderita diabetes untuk mencegah agar kadar gula dalam tubuh tidak tinggi sehingga tidak menimbulkan komplikasi yang menyebabkan tindakan amputasi pada kaki dilakukan.